Agresif Tapi Prudent, Kredit BMRI Tembus Rp 1.435 T

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Mandiri berhasil membuktikan stabilitas dan kemampuannya dalam mengubah pasar yang dinamis di tengah ketidakpastian ekonomi dan keuangan global. Hal ini tercermin dari kemampuan Bank Mandiri menyalurkan kredit koperasi sebesar Rp 1,435 triliun pada kuartal I 2024. Pada akhir Maret 2024, Direktur Bank Mandiri Dharmawan Junaidi mengatakan pertumbuhan kredit Bank Mandiri mencerminkan kondisi perekonomian Indonesia yang kuat dan fundamental. Bagi perekonomian di Indonesia,” kata Dharmawan di Jakarta, Selasa (30/4/2024). Kegiatan intermediasi yang menarik ini, lanjut Dharmawan, tersebar merata di semua segmen dengan pertumbuhan dua digit. mampu meningkatkan porsi total pinjaman korporasi sebesar 25,2% 751 triliun dan pinjaman ritel meningkat 10,9% YoY menjadi Rp 363 triliun. Menyikapi perubahan perekonomian, Mandri Bank terus mengedepankan prinsip kehati-hatian – termasuk menerapkan berbagai inisiatif dan layanan. inovasi bagi seluruh nasabah dan pemangku kepentingan terlihat dari tingginya tingkat kekayaan Bank Mandri sebesar 1,02% per Maret 2024, turun 68 basis poin (bps) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bank Mandiri juga berhati-hati dan konservatif dalam menetapkan cadangan kredit, yaitu Angka terendahnya yakni pada akhir Maret 2024 sebesar 0,99%.

“Strategi yang telah kami terapkan selama beberapa tahun terakhir akan kami lanjutkan dengan mendorong penyaluran kredit yaitu memperkuat kapasitas Wholesale Bank Mandri dan fokus pada ekosistem value chain sektor ritel serta meningkatkan pertumbuhan sektor ritel. ,” jelas Dharmawan. Melalui peningkatan saluran digital. Mengikuti kinerja strategi bisnis yang konsisten, Bank Mandiri membukukan laba konsolidasi sebesar 1,13% pada kuartal I 2024. Pertumbuhan kinerja keuangan ini juga dikontribusi oleh serangkaian inovasi dan strategi digital Mandiri Di Mandiri Super Up Livin mengelola 846 juta transaksi pada Q1 2024, meningkat 41,7% YoY, dan jumlah pengguna sebanyak 24,4 juta, meningkat 40% YoY. Hal ini meningkat sebesar 27,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Kehadiran di Mandiri, lanjut Dharmawan, turut mendorong pertumbuhan pendapatan non-bunga perseroan sehingga menghasilkan fee based income (FBI) Livin sebesar Rp 557 miliar atau meningkat 25,5% YoY pemimpin pasar total transaksi digital dengan menangani transaksi Rp 4,773 triliun di Mandiri hingga kuartal I 2024. Juga pengembangan pengguna kopra dan mandiri. Itu juga meningkat. Lebih dari 2 kali lipat pada tahun lalu kepada 200 ribu pengguna hingga akhir Maret 2024, 93% giro dikontribusi oleh pengguna Mandiri. “Kehadiran Mandiri Livin dan Copra telah memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang signifikan, khususnya dana murah. Hal ini membuktikan bahwa transformasi digital yang dilakukan Bank Mandiri telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja keuangan. terus membaik,” imbuh Dharmawan. 1,391 triliun mencapai 13% YoY berkontribusi pada pertumbuhan Dana Konsolidasi (DPK) Bank Mandiri sebesar 10,6% YoY Trennya juga meningkat. Total rekening konsolidasi Bank Mandiri tumbuh 16,4% mencapai Rp 562 triliun . dan prinsip tata kelola. Sebagai lembaga pembangunan, Bank Mandri juga berkontribusi terhadap pembangunan nasional yang mendukung ekosistem. Lanjutan. Komitmen ini diwujudkan dengan menerapkan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola Bank Mandiri. Pada akhir kuartal pertama tahun 2024, Bank Mandiri Total portofolio hijau Mandiri mencapai Rp 130 triliun atau tumbuh 19. 3% dari posisi tahun lalu (YoY). Selain itu, Bank Mandiri sebagai bank umum secara rutin mengembangkan berbagai instrumen keuangan berkelanjutan dalam bentuk pinjaman berkelanjutan, pinjaman ramah lingkungan, pembiayaan bisnis transisi, dan pinjaman sosial untuk menggerakkan nasabah menuju ekonomi rendah karbon, misalnya pada kuartal pertama. Pada tahun 2024, Bank Mandri menyalurkan pembiayaan bangunan ramah lingkungan sebesar USD 6,7 triliun, dan total dana sosial Bank Mandri mencapai Rp 134 triliun atau meningkat 9% dibandingkan tahun lalu (YoY). Dengan demikian, secara total portofolio berkelanjutan Bank Mandiri tumbuh sebesar 14% sejak Maret 2023 menjadi Rp 264 triliun pada akhir Maret 2024. Jumlah tersebut setara dengan 24% dari total portofolio kredit Bank Mandri. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang konsisten dilaksanakan Bank Mandiri berbasis pemberdayaan masyarakat melalui inklusi keuangan. Program ini telah memberikan dampak positif bagi lebih dari 6,2 juta masyarakat di Indonesia. “Pembiayaan ramah lingkungan difokuskan pada sektor-sektor berkelanjutan, antara lain pembangkit listrik tenaga air, panas bumi, transportasi, dan ekologi kendaraan listrik. Tahun 2024 sangat penting yaitu sebesar 15% dari kuartal pertama tahun ini. 2024. Itu Yoi,” kata Dharmawan. Skor Governance and Perceptions Index (GCPI) naik dari 95,11 menjadi 95,22 dari 95,11, menjadikan Bank Mandiri kategori kinerja terbaik CGPI dalam menerapkan praktik ESG, kata Mandiri. Bank Mandiri menerapkan tiga pilar keberlanjutan, yaitu perbankan berkelanjutan, operasional berkelanjutan, dan keberlanjutan lebih lanjut.” Pada masing-masing pilar, Bank Mandiri berkomitmen untuk mencapai SDGs melalui transisi Indonesia menuju perekonomian rendah karbon, nol emisi pada tahun 2030 dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. dampaknya.

Simak video di bawah ini: Video: Q1-2024, Bank Mandiri Untung Rp 12,7 Triliun (Rah/Rah)

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours