Ambil KPR Kayak Bebi Romeo & Meisya? Lakukan Ini Biar Gak Miskin

Jakarta, CNBC Indonesia – Belum lama ini, Meisya Siregar memposting foto bersama suaminya, Bebi Romeo, dan menunjukkan sertifikat rumah mereka yang telah dibayar iuran KPR setelah empat tahun. Pelajaran yang bisa Anda petik dari perjalanan Anda membeli rumah adalah pentingnya komitmen jangka panjang dalam hipotek.

Seperti yang kita ketahui, harga rumah tidaklah murah dan terus meningkat karena tingginya permintaan. KPR sendiri merupakan lembaga keuangan yang disediakan oleh bank atau lembaga perkreditan untuk memudahkan masyarakat dalam membeli rumah.

Namun beban bunga KPR tentu tidak sedikit, dan akhirnya seseorang bisa membeli rumah idamannya dengan harga dua kali lipat dari harga aslinya. Oleh karena itu, ketika Anda memutuskan untuk meminjam, Anda harus mempunyai komitmen yang kuat karena utang yang Anda pinjam merupakan utang jangka panjang.

Seperti kita ketahui, Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 6,25% pada April 2024. Suku bunga Deposit Facility naik menjadi 5,50% dan Perusahaan Peminjam menjadi 7%.

Kenaikan suku bunga acuan akan mempengaruhi suku bunga simpanan dan kredit perbankan. Termasuk kredit kepemilikan rumah (KPR).

Jika Anda memang ingin KPR untuk membeli rumah, lakukan hal berikut ini. Jangan tenor panjang & pertimbangkan untuk mencicil

Sebelumnya Meisya mengatakan, utang cicilannya dilunasi saat usianya sudah 45 tahun. Tak ada salahnya, karena meski jangka waktunya cukup panjang, mereka bisa memiliki kualitas hidup yang baik.

Namun, situasi keuangan setiap orang berbeda, dan utang kita tetaplah utang. Semakin lama hutang yang harus dibayar, maka semakin lama pula seseorang menanggung beban keuangannya.

Tenor yang sangat panjang memang bisa memudahkan cicilannya, namun juga menimbulkan biaya bunga yang tinggi. Ada baiknya memilih tenor maksimal 10 tahun, dan tidak ada salahnya menabung untuk uang muka terlebih dahulu.

Seiring berjalannya waktu, bayarlah sebagian jika mendapat THR atau bonus dari pekerjaan. Tujuan pembayaran sebagian adalah untuk mengurangi dividen serta biaya bunga. Pastikan Anda menyimpan “gaji” Anda & punya uang

Sangat penting untuk melindungi risiko ini dengan melindungi keamanan pendapatan Anda karena Anda memiliki kewajiban hutang jangka panjang.

Di satu sisi, kita tidak akan pernah tahu risiko profesional dan bisnis apa yang mungkin menimpa Anda dalam jangka panjang. Anda mungkin kehilangan pekerjaan atau memiliki masalah keuangan yang mungkin menyebabkan Anda kehilangan penghasilan.

Miliki pula dana darurat untuk menutup risiko tersebut. Karena dengan menabung uang darurat, Anda juga akan bisa mencicilnya dan bertahan saat penghasilan Anda hilang.

Jika dana darurat Anda hampir habis, pertimbangkan untuk menjual sebagian harta Anda untuk mendapatkan dana baru. Tonton video di bawah ini: Video: Mana yang Lebih Menguntungkan, Bond Vs House? (aak/aak)

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours