Bank Mega Syariah Bidik DPK Rp11 Triliun, Ini Strateginya

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Banka Mega Siariah (BMS) terus mendorong pertumbuhan dana murah atau giro (CASA), mendorong tabungan dan giro dengan akad mudharabah. CEO BMS Iuvono Valuio menargetkan tahun ini seluruh dana pihak ketiga (DPK) bisa tumbuh 13,63% atau mencapai lebih dari Rp 11 triliun.

Sedangkan pada Maret 2024, porsi CASA DPK di Bank Mega Siariah mencapai 30,97% dari total DPK. Sedangkan pada triwulan I tahun 2024, DPK telah mencapai target tahun 2024. Sudah mencapai lebih dari Rp 10,6 triliun.

“Strategi dana murah akan terus kami fokuskan dengan terus meningkatkan minat masyarakat membuka tabungan di Bank Mega Siariah, melalui berbagai program menarik, antara lain program Mega Siariah Berkah Berlimpah,” kata Juwono dalam keterangan resminya, di Jumat (26 ./4/2024).

BMS juga menjalankan Mega Siariah Berkah Berkah, sebuah program reward berbasis poin. Pemenang akan dipilih berdasarkan mekanisme pemilihan acak. Pemenang berkesempatan memenangkan berbagai hadiah menarik yang diundi setiap triwulan, mulai dari voucher umroh/travel senilai Rp30 juta, logam mulia 5 gram, voucher gadget senilai Rp20 juta, hingga hadiah utama mobil Hyundai Ionic 5 dan ratusan hadiah lainnya. hadiah lainnya.

Iuvono berharap dengan adanya program ini dapat meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan produk dan layanan perbankan syariah khususnya produk dan layanan perbankan Bank Mega Siariah.

Program Mega Siariah Berkah Berlimpah (BBM) tahap pertama juga memberikan reward berupa 30 logam mulia ukuran 5gr, 3 voucher pembelian gawai dan 2 voucher travel umroh Antawaia. Hadiah ini akan diberikan kepada pelanggan yang beruntung yang telah memenuhi persyaratan program antara 1 Januari 2024 hingga 31 Maret 2024.

Pengumuman pemenang BBM award tahap pertama dilakukan secara virtual dan disiarkan di channel YouTube Bank Mega Siariah pada Kamis, 25 April 2024. Proses penetapan pemenang juga disaksikan dan disahkan oleh pejabat Bank Mega Siariah. bersama pejabat yang berwenang di Kementerian Sosial, Dinas Sosial dan Notaris. Tonton video di bawah ini: Video: Peminjam khawatir dengan suku bunga tinggi, penyaluran pinjaman bank terhambat? (o/a)

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours