Bayi Badak Jawa Tertangkap Kamera, Kirim Doa

Jakarta, CNBC Indonesia – Video bayi badak jawa yang diunggah Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) di media sosial menuai komentar positif dari netizen Tanah Air.

TNUK meluncurkan video anak badak jawa di salah satu akun media sosialnya. Video tersebut memperlihatkan induk badak jawa bersama bayi badak yang belum pernah dilihat sebelumnya.

Semenanjung Ujung Kulon merupakan kawasan lindung tumbuhan dan satwa di semenanjung sudut barat Pulau Jawa.

Badak jawa (Rhinoceros sondaicus) merupakan hewan yang sangat langka dan hanya dapat ditemukan di Ujung Kulon. Jumlah penduduknya diperkirakan 81 orang.

Video bayi badak tertangkap kamera pada 4 Maret 2024 pukul 11.49 WIB.

Dalam siaran persnya, Direktur Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Satyawan Pudyatmoko mengatakan, pihaknya akan terus memantau perkembangan badak sapi.

Alhamdulillah ini kabar baik dan menegaskan bahwa badak jawa di dunia hanya di Ujung Kulon bisa tumbuh dengan baik dan terus berlanjut, ujarnya.

Kemunculan baru badak jawa ini merupakan hasil observasi Tim Pemantau Badak Jawa (MBJ) pada Februari-April 2024 lalu dikonfirmasi dengan penilaian fisik oleh para ahli, kolega, dan akademisi.

TNUK meningkatkan pemantauan satwa di wilayahnya dengan memasang 126 kamera jebakan dengan pola yang sistematis.

Berdasarkan temuan tersebut, tim meyakini bayi badak jawa tersebut baru berusia 3 hingga 5 bulan. Bayi badak tersebut belum diberi nama, namun telah diberi nomor identifikasi ID.093.2024.

Jenis kelamin anak badak tidak dapat ditentukan melalui pengawasan video. Grup ini tidak memiliki fitur dan cacat yang terlihat.

Induk badak yang tertangkap kamera tidak dapat diidentifikasi karena induknya memiliki otot rangka. Kepalanya tidak terlihat jelas, sehingga wajahnya pun tidak terlihat.

Sebelumnya, kamera TNUK menangkap 2 anak badak baru pada tahun 2022 dan 2023, keduanya betina.

Satyavan mengatakan, kabar baik dari kelahiran badak jawa adalah baik badak jawa maupun manusia tidak aman dari gangguan.

Aktivitas perburuan, predator, penyakit, masalah reproduksi, dan bencana alam senantiasa mengancam kelangsungan hidup dan ketahanan badak jawa.

Oleh karena itu, kita dan semua negara tidak boleh berkontribusi terhadap konservasi badak jawa dan menunggu ancaman di masa depan, ujarnya.

Komentar Instagram badak jawa mengundang komentar dari netizen.

“Kami berharap populasi badak jawa di TNUK meningkat agar tetap lestari dan dapat diperkenalkan ke taman nasional lain di Pulau Jawa,” ujar salah satu pengguna Instagram.

“Iya, senang sekali mendengarnya, badaknya lucu sekali,” baca salah satu komentar.

“Sepertinya sang ibu baru saja membawa si kecil ke kamera. Kayaknya dia melahirkan badak baru,” kata salah satu warganet.

Tonton video di bawah ini: Video: Microsoft Investasikan Rp 27,6 T di Indonesia, Mau Bangun Apa? (dem/dem)

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours