BI Kerek Suku Bunga, BRI Tetap Optimis Kredit Tumbuh 12%

Jakarta, CNBC Indonesia- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyambut baik rencana Bank Indonesia (BI) yang menaikkan BI-7 Day Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin menjadi 6,25%. Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan kenaikan suku bunga merupakan keputusan BI yang logis dan dapat dipahami di tengah krisis ekonomi global.

“Kami akan mengikuti aturan BI. Situasi global dan domestik yang sulit pada akhirnya akan memaksa para pelaku industri untuk menyikapinya dengan baik dan bijaksana,” ujarnya, dikutip dalam keterangan tertulis, Jumat (26/4/2024).

Di sisi lain, Sunarso juga menganalisis kenaikan BI Rate tidak akan berdampak signifikan terhadap pendapatan BRI secara keseluruhan.

Seperti diketahui, hingga akhir triwulan I 2024, Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank tercatat sebesar 83,28%. Kini dari sisi uang, BRI juga mampu menjaga arus kas yang kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 23,97%.

“Sekarang kami tidak ada kendala finansial karena masih gratis. Kami akan terus menjaga pendapatan yang sehat dan menjaga pertumbuhan kedua pinjaman tersebut,” imbuhnya.

BRI juga yakin pertumbuhan kredit tahun ini dapat tercapai sesuai target yang dicanangkan di awal tahun yakni sebesar 10-12% yoy.

Pada triwulan I tahun 2024, BRI mampu mengumumkan pertumbuhan laba yang cukup baik, dimana secara konsolidasi mampu membukukan laba sebesar Rp15,98 triliun. Kemudian penyaluran pinjaman mencapai Rp1.308,65 triliun atau tumbuh dua digit sebesar 10,89% year-on-year.

Pada penyaluran kreditnya, 83,25% atau Rp1.089,41 triliun merupakan portofolio kredit sektor UMKM. Peningkatan penyaluran kredit sebesar dua digit ini berdampak pada pertumbuhan aset perseroan, dimana aset BRI mencapai Rp 1.989,07 triliun atau tumbuh 9,11% yoy.

Dari penyaluran pinjaman tersebut BRI mampu menjaga nilai pinjaman yang disalurkannya. Pada akhir triwulan I tahun 2024, rasio Non-Performing Loan (NPL) BRI terkendali pada kisaran 3,11% sedangkan rasio Loan at Risk (LAR) lebih baik yaitu dari 16,39% pada triwulan I tahun 2023 menjadi 12,70%. pada akhir Triwulan I-2024.

Perseroan juga mampu menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.416,21 triliun atau tumbuh 12,80% yoy hingga akhir Maret 2024. Pendapatan rendah (CASA atau Current Account Saving Account) masih mendominasi portofolio tabungan dengan 7,80 % pertumbuhan. secara umum lho.

Simak video di bawah ini: Video: Q1-2024, BRI Berhasil Bukukan Laba Rp 15,98 Triliun (hura-hura)

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours