Ekspor Batu Bara RI ke Negara Ini Tiba-tiba Naik, Kenapa?

JAKARTA, CNBC Indonesia – Permintaan ekspor batu bara Indonesia akan meningkat signifikan pada kuartal I 2024. Hal ini seiring dengan peningkatan tajam konsumsi listrik untuk AC akibat gelombang panas di negara tetangga dan Asia.

Gita Mehyarani, Wakil Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), menjelaskan pada kuartal I 2024, permintaan batu bara Indonesia dari negara tetangga dan Asia mengalami peningkatan. Peningkatan permintaan batu bara ini tercermin dari peningkatan jumlah ekspor ke Vietnam, India, dan Tiongkok.

“Vietnam akan meningkatkan impor batu bara, gas alam, bahkan listrik untuk memastikan tidak ada kekurangan listrik seperti tahun lalu,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Rabu. Hal ini terjadi akibat kekeringan yang menyebabkan pembangkit listrik tenaga air beroperasi di bawah kapasitas. 5/2024).

Selain itu, produksi batu bara Indonesia diprediksi berpotensi meningkat pada kuartal II tahun ini. Hal ini disebabkan cuaca yang relatif lebih kering dibandingkan triwulan I cukup mendukung.

Dia berkata: Secara kuantitatif, rata-rata pertumbuhan output dan ekspor Indonesia sekitar 4-5 persen lebih tinggi dibandingkan kuartal pertama berdasarkan data Modi dan BPS selama 5 tahun terakhir.

Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral MODI, produksi batu bara Indonesia mencapai 255,47 juta ton atau 25,6 persen dari target produksi pada awal Mei 2024. Sementara penjualan batu bara mencapai 241,21 juta ton.

Irwandi Aref, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, terpisah mengatakan, pihaknya belum memiliki informasi mengenai permintaan batu bara dari banyak negara tetangga. dan Asia. seperti Filipina, Thailand, dan India.

Namun, dia menegaskan bahwa perubahan pasar secara tiba-tiba biasanya jarang terjadi. Kecuali terjadi sesuatu yang istimewa. Dia mengatakan, kenaikan harga batu bara saat ini masih belum signifikan.

Sebelumnya, S&P Global menjelaskan kenaikan harga batu bara ditopang oleh prospek permintaan batu bara di China dan India. Permintaan dari Tiongkok kemungkinan akan meningkat karena meningkatnya permintaan (energi) setelah libur Hari Buruh.

“Pembangkit listrik India juga diperkirakan akan terus membeli dari luar negeri karena suhu diperkirakan akan meningkat,” tulis S&P Global di Asia Market Move pada 6-10 Mei. Pasar Tiongkok akan dibuka kembali setelah libur Hari Buruh di situs resminya.

Seperti diketahui, kawasan Asia, khususnya ASEAN, sedang menghadapi gelombang panas. Gelombang panas yang saat ini melanda Asia dapat menjadi keuntungan bagi batubara. Permintaan batu bara meningkat tajam seiring melonjaknya konsumsi listrik untuk AC.

Sementara itu, beberapa negara Asia saat ini sedang berjuang menghadapi gelombang panas. Diantaranya adalah Thailand, Filipina, Myanmar dan India. Negara-negara ini masih mengandalkan pembangkit listrik tenaga batu bara untuk menghasilkan listrik.

India mengandalkan 75% pembangkit listriknya dari batu bara, sementara Vietnam memiliki sekitar 55%, Myanmar 50%, dan Filipina sekitar 58%.

India juga bersiap menghadapi musim panas. Pemerintah India memperkirakan permintaan listrik akan mencapai puncaknya pada musim panas. Kebutuhan listrik diperkirakan mencapai 250 gigawatt (GW). Angka ini lebih tinggi dibandingkan puncak musim panas tahun lalu pada September 2023 yang sebesar 243 GW.

Untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi listrik dan batu bara di pembangkit listrik, pemerintah India meminta pembangkit listrik mengimpor batu bara lebih awal. Tonton video di bawah ini: Video: Aset Crazy Rich RI Anjlok Saat China Banjir (pgr/pgr)

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours