Google Panik, CEO Ngaku Kaget Dunia Tiba-Tiba Dikuasai AI

Jakarta, CNBC Indonesia – CEO Google Sundar Pichai mengaku terkejut dengan ledakan buatan yang kini semakin meluas.

Pada sebuah acara di Universitas Stanford awal bulan ini, kepala teknologi tersebut mengatakan Google “terkejut” dengan minat publik yang tiba-tiba terhadap kecerdasan buatan.

Saat mengaku, ia mengaku pihak perusahaan lingkungan hidup sedang mencari pemahaman tentang apa yang terjadi di masyarakat.

Baru-baru ini, Google dikabarkan panik setelah peluncuran ChatGPT OpenAI.

Marah dengan popularitas chatbot yang tiba-tiba, Pichai dilaporkan mencurahkan sumber dayanya untuk pengembangan AI Google, membawa kembali para pendiri perusahaan untuk membantu Google menghadirkan produk AI serupa.

Sejak peluncuran ChatGPT, Google telah mengembangkan AI-nya, merilis produk pesaing, dan mengkonsolidasikan tim AI-nya. Tahun lalu, perusahaan menggabungkan dua tim peneliti AI, Google Brain dan DeepMind, ke dalam tim baru bernama Google DeepMind.

Namun meskipun rival lamanya, Microsoft, mendapatkan keuntungan dari investasi awal mereka pada OpenAI dan produk-produk yang cepat dipasarkan, Google juga kesulitan mengendalikan narasi seputar AI.

Perusahaan juga mengalami dua kemunduran dalam AI. Terdapat reaksi publik, pertama ketika chatbot Bard gagal selama demonstrasi dan kemudian ketika model Gemini gagal menghasilkan gambar yang akurat secara historis.

Pichai kemudian mengatakan bahwa perusahaan tersebut melakukan kesalahan terhadap Gemini dan mengakui bahwa beberapa jawaban model tersebut menyinggung pengguna dan menunjukkan bias.

Namun menurut Pichai, AI masih dalam tahap awal dan Google siap bersaing di dunia AI.

“Saya merasa berada dalam posisi yang sangat baik dengan apa yang akan terjadi dan kami masih dalam tahap awal,” ujarnya dalam acara tersebut, seperti dikutip Insider, Kamis (25/4/2024).

Perwakilan Google tidak segera menanggapi permintaan komentar atas pernyataan Pichai. Tonton video di bawah ini: Ekspansi bisnis teknologi dan inovasi mendukung pembangunan berkelanjutan (fab/fab)

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours