IHSG Ambruk 1,67%, Sentuh Level Terendah Sejak 29 November 2023

Batavia, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,67% hari ini, Jumat (26/4/2024). Indeks ditutup pada 7.036.075, atau mencapai level terendah sepanjang tahun tersebut.

Sebanyak 153 pohon cemara berdiri, 422 pohon cemara tumbang, dan 203 pohon cemara tergenang. Dalam sehari, omzet IHSG mencapai Rp 14,35 triliun, termasuk Rp 16,87 miliar dalam 1,1 juta transaksi.

Sementara itu, IHSG hari ini sudah mencapai level ekstrem pada 29 November 2023. IHSG tahun ini menyentuh level tertinggi 7.433 pada 14 Maret 2024.

Pada hari ini seluruh rombongan yang berkumpul jatuh. Sektor yang mengalami penurunan terbesar adalah sektor siklus, kesehatan, keuangan, industri dan non-siklus, yang turun lebih dari 1%.

Sekadar informasi, saat Bank Indonesia (BI) berencana menaikkan AS atau BI Rate menjadi 6,25% pada April 2024, IHSG anjlok hampir 2%.

BI memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin yang bertujuan untuk menstabilkan jurang nilai tukar.

Sementara itu, indeks IHSG juga melemah akibat korupsi sentimen pasar global. Hal ini terjadi setelah dirilisnya data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada kuartal I tahun 2024.

Perekonomian AS diketahui hanya tumbuh 1,6% secara tahunan pada kuartal I-2024, dibandingkan 3,4% pada kuartal sebelumnya dan di bawah perkiraan sebesar 2,5%. Ini merupakan pertumbuhan terendah sejak kontraksi pada paruh pertama tahun 2022.

Tonton di bawah: Video: Kita melihat nasib sektor teknologi di zaman ketika suku bunga tetap tinggi (mkh/mkh)

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours