IHSG Gaspol, 5 Saham Ini Jadi Penopangnya

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau kembali menghijau pada sesi bisnis I Selasa (30/4/2024), meski hingga kemarin investor dari negara lain masih terus menjual suku cadang di Indonesia.

Pada pukul 09:34 WIB IHSG menguat 0,95% di 7.223,42. IHSG menguat 1% pada pukul 09:13 WIB. Namun setelah itu, tenaganya berkurang. Namun IHSG mampu memulihkan kondisi mental 7.200 yang mungkin bisa terjadi lebih cepat.

Nilai transaksi indeks pada sesi I hari ini mencapai sekitar Rp3 triliun dengan volume transaksi 3,5 miliar saham dan ditransfer sebanyak 222.737 kali.

Secara sektoral, sektor energi dan transportasi menopang IHSG pada pertemuan I hari ini, masing-masing menguat 1,19% dan 1,18%.

Sejumlah saham turut menopang IHSG pada sesi I hari ini. Berikut ini adalah daftar fiturnya.

Saham perbankan Himbara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akhirnya kembali menjadi penopang terbesar IHSG pada sesi I hari ini dengan mencapai 20 poin indeks. Saham BBRI dalam beberapa hari terakhir belum terkoreksi jauh di bawah level psikologis Rp 5.000/unit.

IHSG juga senang investor asing masih mencatatkan produk atau penjualan online. Pada perdagangan kemarin, asing dilaporkan melakukan penjualan sebesar Rp450,21 miliar di pasar reguler. Namun jumlah tersebut kembali mengalami penurunan.

Secara umum, sepanjang tahun ini hingga kemarin, asing melaporkan total penjualan Rp4,21 triliun di pasar umum.

Di sisi lain, investor masih menunggu keputusan terbaru mengenai suku bunga bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang akan diumumkan Rabu dini hari waktu Indonesia.

The Fed akan mengumumkan kebijakan suku bunga yang kemungkinan akan tetap tinggi. Hal ini mengingat data perekonomian AS masih solid sehingga kemungkinan penurunan suku bunga masih belum ada.

Salah satunya adalah inflasi AS yang masih stabil dan berpotensi meningkat lebih lanjut. Laju inflasi AS periode Maret sebesar 3,5% (tahunan/yoy) atau lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebesar 3,2% yoy.

Pasar sangat optimis terhadap penurunan suku bunga AS setelah data terkini pengeluaran pribadi warga AS atau Personal Consumption Expenditures (PCE) masih kuat.

AS mengumumkan bahwa tingkat PCE bulanan (month-to-month/mtm) stabil di angka 0,3% namun secara tahunan akan meningkat sebesar 2,7% di bulan Maret 2024. PCE Inti stabil di angka 2,8% (yoy) di bulan Maret 2024. Situasi ini menunjukkan inflasi AS masih sulit mencegah The Fed menurunkan suku bunganya.

Dalam beberapa peristiwa terakhir, pejabat Fed termasuk Ketua Fed Jerome Powell telah mengindikasikan bahwa pengurangan (tapering) masih jauh dari selesai. Pasalnya, inflasi AS masih melaju kencang. Data PCE menjadi faktor utama yang dipertimbangkan The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga.

Angka ini jauh dari target The Fed sebesar 2%. Jika inflasi AS sulit dicegah, maka penurunan suku bunga AS pada tahun ini akan sulit dilakukan. Faktanya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa The Fed kemungkinan tidak akan menurunkan suku bunganya (tidak akan ada landing).

Berdasarkan alat CME FedWatch, pasar memperkirakan suku bunga The Fed hanya akan turun satu kali hingga akhir tahun 2024, yaitu pada September 2024 untuk mencapai target 5,0%-5,25% sebesar 44,4%.

Dampaknya, kondisi tersebut menyebabkan investor internasional memilih melarikan diri ke emerging market, seperti Indonesia, sehingga aliran masuk asing diperkirakan akan terus terjadi di pasar keuangan Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

RISET CNBC INDONESIA

Pasar@Jurnal Berita

Disclaimer: Artikel ini merupakan produk jurnalistik berupa opini dari CNBC Indonesia Research. Pendapat ini tidak dimaksudkan untuk mendorong pembaca membeli, menahan, atau menjual produk atau unit investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada di tangan pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan ini. Tonton video di bawah ini: Video: Melihat Berakhirnya Sektor Teknologi di Era Kelompok Kepentingan Progresif (chd/chd)

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours