Menteri Jokowi Ini Ungkap ‘Titik Lemah’ Kebijakan DHE

Jakarta, CNBC Indonesia – Surplus perdagangan Indonesia selama 47 bulan berturut-turut tidak memberikan peningkatan yang signifikan pada cadangan devisa Indonesia. Surplus ini pun tidak mampu menjaga stabilitas rupiah.

Di sisi lain, pergerakan pemerintah ke bawah tidak berhasil memperkuat stabilitas eksternal Indonesia. Alih-alih didominasi pengusaha lokal, masyarakat kelas bawah malah dibanjiri asing. Padahal, masuknya sejumlah besar pemain lokal bisa merangsang ekspor dan memperkuat pendapatan asing langsung (DHE). Artinya, mata uang Indonesia mungkin akan lebih besar dan kuat ditentang asing.

Menteri Investasi/Presiden BKPM Bahlil Lahadalia pun menyadari hal tersebut. Ia juga menegaskan, dukungan bank lokal menjadi ‘akar permasalahan’.

“Jadi kalau pakar ekonomi bilang itu untuk kelompok kecil, kenapa hanya asing yang digunakan, tugas kita pertama-tama membuka bank kita untuk membiayai kelompok kecil, atau bank kita yang melakukannya. tidak merespon adalah bagian terpenting dalam mencari peluang investasi baru, “kata Bahlil pada Selasa dikutip hari ini (30/4/2024).

Menurut dia, perbankan harus bersedia melakukan ekspansi ke luar negeri dengan memberikan pinjaman kepada nasabahnya. Namun, vendor DHE stabil. Alasannya, bank ingin memberikan pinjaman dan menggunakan DHE untuk membayar bunga pokoknya.

Oleh karena itu, DHE harus bersedia membuka diri untuk memberikan pinjaman kepada nasabahnya jika ingin bangkit dari produk kecilnya, tegas Bahlil.

Ini bukan pertama kalinya Bahlil menyebut DHE.

Sebelumnya ia menyatakan, tidak seluruh penerimaan devisa negara (DHE), terutama yang terkait dengan sektor industri sumber daya alam, bisa sepenuhnya kembali ke Indonesia.

Menurut Bahlil, DHE yang disimpan di dalam negeri tidak bisa dikembalikan seluruhnya ke Indonesia, karena ada beberapa kewajiban pengusaha yang harus melunasi pinjaman dan pinjaman yang diterima dari luar negeri.

Tapi jangan dikira DHE yang diterima dari produk industri akan kembali ke Indonesia. Karena tidak bisa mendirikan usaha seperti pengalihan nikel ke kelompok kecil, semua utang akan datang dari luar negeri, kata Bahlil beberapa waktu lalu Komisi VI DPR RI dalam Rapat Penelitian, teknologi itu akan datang dari luar negeri jika sudah ada hasil penjualan dan uangnya. “Apa yang akan mereka lakukan dulu?”

Bahlil mengumumkan, maksimal DHE yang bisa kembali ke Indonesia adalah 30%. Bahlil juga mengatakan perekonomian belum mencapai titik impas (BEP) selama 5-6 tahun.

“Laba kita paling tinggi 20%-30%. Cuma karena operasi karena untung berapa, sudah 5-6 tahun masih belum sampai titik impas. Balik, itu yang biasa terjadi ketika Presiden berpidato tentang ekspor nikel.” “Kalau saya tidak mau beli, 30-40 persen bisa kembali, tapi sisanya harus saya bayar ke pemilik beserta bunganya,” ujarnya.

Simak video di bawah ini: Video: Alasan Faisal Basri Prabowo Direkomendasikan Tidak Lanjutkan Program Jokowi (haa/haa)

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours