Produsen Mobil Listrik China BYD akan Bangun Pabrik di Subang Rp 16 T

JAKARTA, CNBC Indonesia – Merek kendaraan asal China yang fokus di bidang battery electric vehicle (BEV), yakni BYD, mengumumkan akan dibangun pabrik di Indonesia, lokasi tepatnya di Subang, Jawa Barat.

Untuk membangun pabrik ini, nilai investasinya mencapai Rp 16 triliun. Hal itu terkonfirmasi setelah PT BYD Motor Indonesia (BYD) menandatangani kerja sama dengan PT Suryabut Swadhyay, pengembang Kawasan Industri Smartpolitan Subang.

“Melalui berbagai evaluasi, BYD memutuskan bahwa Kawasan Industri Smartpolitan Subang merupakan tempat yang cocok untuk mengembangkan industri BYD di Indonesia. Kawasan industri ini dapat memenuhi kriteria kawasan, ruang, lingkungan dan infrastruktur yang kita butuhkan, sehingga PT” Apa yang telah terciptanya pertumbuhan industri otomotif Indonesia dan akan mampu mendukung transisi menuju energi ramah lingkungan, serta perekonomian daerah, khususnya wilayah sekitarnya,” kata Presiden Direktur Aquila Zhao BYD Motor Indonesia PEVS 2024, Selasa (30/4/2024).

Soal nilai investasinya, perseroan sudah menyiapkan anggaran besar untuk beroperasi di pasar otomotif Tanah Air. Anggaran tersebut mencakup pusat penelitian dan pengembangan serta kemampuan untuk mempraktikkan teknologi hemat energi dan ekonomis. Namun dia belum bisa menyebutkan waktu berdirinya pabrik di Indonesia.

“Kapasitas produksi kami ditargetkan 150.000 unit setiap tahunnya. Kami menargetkan investasi lebih dari US$1 miliar di Indonesia. Kalau semua lancar, target kami 2026,” kata Aquila.

Kawasan Industri Smartpolitan Subang terintegrasi dengan berbagai infrastruktur strategis nasional. Tempatnya mudah diakses melalui tol Sikopo-Palimanan (Sipali) di KM 89 yang saat ini sedang dalam pengembangan. Selain itu, kawasan ini juga dekat dengan Tol Akses Petimban yang terhubung langsung dengan Pelabuhan Patimban, Bandara Internasional Kerajati, dan Tol Trans Jawa yang menghubungkan Batavia, Bandung, dan kota-kota lain di Jawa Barat dan Tengah.

Subang Smartpolitana yang merupakan kawasan perkotaan terintegrasi untuk sektor industri dan komersial di Indonesia melakukan kolaborasi ini dan mengikuti jejak BYD untuk mendorong mobilitas berkelanjutan di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

“Lorem sangat antusias menyambut kehadiran BYD di Subang Smartpolitan. Hal ini membuktikan bahwa infrastruktur kawasan ini cocok untuk industri dan kendaraan listrik yang diproduksi BYD dapat mendukung terciptanya ekosistem yang juga berkontribusi terhadap pengembangan industri. negara.

Fasilitas produksi BYD EV akan dibangun di kawasan Subang Smartpolitan Fase 2 terutama di wilayah utara. Dengan desain ekosistem EV yang komprehensif dan terintegrasi, BYD akan menggunakan lahan terluas lebih dari 108 hektar.

Setelah penandatanganan perjanjian antara kedua pihak, proses selanjutnya adalah pengalihan lahan yang akan dilakukan pada Agustus 2024. BYD merencanakan pengembangan bertahap dan operasi diharapkan dimulai pada Januari 2026. Tonton di bawah: Video: Penjualan mobil listrik BYD turun 43% (hoy/hoy)

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours