Puing Raksasa Hantam Stasiun Luar Angkasa China, Begini Dampaknya

Jakarta, CNBC Indonesia – Awak stasiun di China berhasil menyelesaikan perbaikan setelah stasiun tersebut mengalami kecelakaan besar.

Beberapa listrik di luar angkasa mati dan tidak berfungsi, menurut Badan Antariksa Berawak China (CMSA) dalam konferensi pers minggu ini.

Puing-puing luar angkasa raksasa bertabrakan dengan kabel listrik yang terhubung ke sayap unit daya utama. Astronot Tiongkok kemudian memperbaiki kerusakan tersebut dengan dua penerbangan luar angkasa ke stasiun Tuangong.

Diperoleh dari DigitalTrends, Tiongkok (25/4/2024).

Selain itu, CMSA telah berupaya meningkatkan peringatan dan respons terhadap insiden serupa. CMSA mengatakan telah mengurangi tingkat alarm palsu hingga 30%.

Untuk pengamanan yang lebih baik, stasiun Tiangong juga dilengkapi dengan kamera beresolusi tinggi, serta kamera yang dipasang pada astronot saat melakukan penerbangan.

Kamera akan memberikan laporan kondisi cuaca di stasiun setelah dipantau dan dievaluasi.

Stasiun luar angkasa Tiongkok mengorbit sekitar 280 mil di atas Bumi dan 30 kilometer di atas Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Puing-puing luar angkasa yang menghantam stasiun luar angkasa Tiongkok tampaknya berasal dari berbagai sumber. Puing-puing biasanya berasal dari sisa satelit, bagian roket, dan benda lain yang telah disatukan.

Sampah tersebut mengorbit Bumi dengan kecepatan tinggi, sehingga bisa menimbulkan konsekuensi serius jika bertabrakan dengan stasiun luar angkasa. Tonton videonya di bawah ini: Video: Gila! Pencucian uang melalui cryptocurrency semakin aktif (pakaian/pakaian)

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours