Saham MAPI Ambles Nyaris 10%, Gegara Aksi Boikot yang Masih Terjadi?

Jakarta, CNBC Indonesia – Pakaian, sepatu, aksesoris, tas, alat olah raga dan retail lainnya PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) tampak terpuruk pada perdagangan sesi I Kamis (2/5/2024), di tengah dampak seringnya boikot. Tindakan.

Pada VIB 10:59, saham MAPI turun 9,21% ke Rp 1.430 per saham. Saham MAPI diperdagangkan antara Rp 1.420 – Rp 1.575 per saham pada sesi perdagangan hari ini.

Dalam sepekan terakhir, saham MAPI mengalami penurunan 13,13%. Sementara dalam sebulan terakhir, saham MAPI juga anjlok 19,83%. Sepanjang tahun ini, MAPI turun 18,72%.

Pada sesi I hari ini, saham MAPI diperdagangkan sebanyak 4.948 kali dengan volume 23,93 juta lembar saham dan nilai pembelian mencapai Rp 34,97 miliar. Kapitalisasi pasarnya saat ini mencapai Rp 23,74 triliun.

Hingga pukul 10.59 VIB, pesanan beli atau bid di harga Rp 1.400 per saham merupakan pesanan beli terbesar pada sesi hari ini, yakni mencapai 4.238 lot atau sekitar Rp 593 juta.

Sementara itu, perintah bid atau sell yang dibanderol dengan harga Rp 1.435 per saham menjadi order jual teratas pada sesi I hari ini, yakni mencapai 7.011 lot atau hampir Rp 1 miliar.

Saham MAPI terus terkena dampak boikot terhadap produk-produk terkait Israel, sehingga boikot tersebut mempersulit perusahaan untuk melakukan ekspansi.

Salah satu brand minuman MAPI Group adalah Starbucks yang masih banyak diboikot oleh masyarakat di Indonesia terhadap produk Starbucks.

Sedangkan MAPI memiliki 79% saham di PT Map Boga Adiperkasa Tbk (MAPB), perusahaan ritel yang mengoperasikan Starbucks Indonesia. Pada tahun 2023, MAPI mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,89 triliun, turun 10% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp2,11 triliun.

Seperti diketahui, konsumen di Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim gencar membeli produk Amerika sejak dimulainya serangan Israel di Gaza pada Oktober lalu. Merek-merek termasuk Starbucks, KFC dan Pizza Hut telah menjadi sasaran dukungan Washington terhadap Israel.

Bahkan, merek-merek ternama tersebut sudah menegaskan netralitasnya dalam konflik tersebut. Perusahaan yang mengoperasikan produk tersebut dengan gaya waralaba juga menekankan bahwa bisnis makanan cepat saji adalah milik lokal.

Tak hanya di Indonesia, Starbucks di Malaysia juga merasakan dampaknya. Berjaia Food, yang mengoperasikan Starbucks di negara tersebut, bulan lalu melaporkan kerugian bersih sebesar RM42,6 juta selama tiga bulan terakhir tahun 2023, dibandingkan dengan laba bersih sebesar RM35,5 juta pada tahun sebelumnya.

Taipan Malaysia Vincent Tan, yang mendirikan Berjaya Food, menyebut boikot tersebut “tidak perlu” pada bulan Maret.

Namun, kepala konsumen dan internet Aletheia Capital Nirguan Tiruchelvam mengatakan gerakan boikot kemungkinan akan terus berlanjut seiring dengan berlanjutnya serangan militer Israel terhadap Gaza. Mengutip Financial Times, konsumen mungkin akhirnya mulai kehilangan semangat, namun untuk saat ini kampanye tersebut masih “berjalan dengan baik”.

Tak hanya itu, General Atlantic menghentikan upaya penjualan saham senilai jutaan dolar pada perusahaan makanan cepat saji Amerika Serikat (AS) di Indonesia dan Malaysia, sehingga turut memberikan tekanan pada kinerja MAPI.

Pada Desember 2023, General Atlantic menghentikan penjualan 20% sahamnya di MAPB, manajer Starbucks Indonesia, mengutip Financial Times. Hal tersebut diungkapkan oleh dua sumber yang mengetahui situasi tersebut. Kapitalisasi pasar MAPB bernilai sekitar Rp4,73 triliun yang berarti saham General Atlantic sekitar Rp1 triliun.

“Tidak mungkin menjual saham sebagai peluang pertumbuhan ketika penjualan menurun, rencana ekspansi diperkecil, pekerja dirugikan di toko-toko dan tidak ada tanda-tanda boikot akan berakhir,” kata seseorang yang mengetahui strategi General Atlantic. . , seperti dikutip FT. Selasa (30 April 2024).

RISET CNBC INDONESIA

Pasar@Jurnal Berita

Disclaimer: Artikel ini merupakan produk penulisan opini dari CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak dimaksudkan untuk mendorong pembaca untuk membeli, menahan atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada di tangan pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan ini. Tonton video di bawah ini: Video: Apple menyiapkan pembelian kembali saham senilai $110 miliar (chd/chd)

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours