Terungkap! Banyak Negara Ingin Belajar dari RI Soal Pengelolaan Air

JAKARTA, CNBC Indonesia – Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Tri Tharyat mengatakan banyak negara di dunia ingin belajar dari Indonesia tentang pengelolaan air yang masih merupakan proyek dalam negeri. Saat ini pencapaian pasokan air dunia sebesar 12 persen, padahal target penyediaan air minum bersih mencapai 100% dunia pada tahun 2030.

“Saat Indonesia mencapai 60%, banyak negara yang ingin tahu bagaimana Indonesia bisa mencapai hal seperti ini di tengah krisis keuangan, pangan, dan energi akibat Covid-19,” ujar TRAI dalam panduan pers virtual 10 Water Forum. . Konferensi : Hidro-diplomasi: Solusi bersama untuk menyelesaikan permasalahan air global, Senin (29/4/2024).

Selain itu, menurut TRAI, diplomasi air yang dilakukan Indonesia bermanfaat bagi berbagai negara. PUPR, BRIN dan BMKG sama-sama memiliki center of excelence di Indonesia yang nantinya akan digabung dengan WWF. Center of Excellence ini akan menjadi pusat koordinasi, pendidikan dan kolaborasi di sektor air dan iklim, dengan organisasi unggulan lainnya, termasuk United Nations Water Cooperation di Asia Pasifik.

Di sisi lain, pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan tahun 2030 tidak hanya diserahkan pada masing-masing negara. Ia juga menegaskan, harus ada kerja sama yang erat tanpa prasyarat apa pun, sehingga semua negara, khususnya negara berkembang, dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan.

“Masih ada waktu enam tahun dan kami akan mendorong negara-negara untuk bekerja sama mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” kata Trai.

Ke depan, pemerintah akan terus menyampaikan hasil dari Bali kepada PBB dan organisasi terkait perubahan iklim, Organisasi Iklim Dunia, Kesehatan Global, dan lain-lain.

“Ini tidak hanya berhenti di Bali, dan pemerintah Indonesia akan melakukan kerja diplomatik secara rutin,” kata Trai.

Diketahui Kementerian PUPR akan menjadi tuan rumah World Water Forum (WWF) ke-10. Tujuan Forum Air Dunia adalah untuk memperkuat kerja sama dan kolaborasi internasional untuk menemukan dan mengatasi solusi terhadap masalah air dan sanitasi. Selain itu, ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam setiap kasus.

Yang pertama adalah mengembangkan strategi air dengan membangun komitmen politik terhadap air dan sanitasi (SDGs 6).

Kedua, meningkatkan kesadaran akan air sebagai masalah global yang penting. Kemudian yang ketiga adalah pertemuan multipihak untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman serta mengembangkan pengetahuan dan praktik baik dalam pengelolaan air dan sanitasi.

Konferensi Air Dunia ke-10 berfokus pada empat isu termasuk konservasi air, air bersih dan sanitasi, produksi pangan dan energi, serta pencegahan bencana).

Sebanyak 244 sesi dalam konferensi tersebut diharapkan dapat membuahkan hasil yang berarti mengenai pengelolaan air yang kompleks di pulau-pulau kecil atau bagaimana melakukan pengelolaan sumber daya air terpadu (IWRM) di pulau-pulau kecil, pembentukan pusat keahlian atau praktik terbaik untuk air dan iklim. . Pusat Kajian Keamanan atau Water and Resilience (COE), dan penetapan Hari Danau Sedunia.

Pemerintah Indonesia telah mengundang 43 duta besar dan empat organisasi internasional untuk menghadiri World Water Forum ke-10 yang akan diselenggarakan di Bali pada 18-25 Mei 2024. Simak videonya di bawah ini: Kominfo menegaskan tidak ada rasa sakit pada kabel saat berada di perairan dunia. persegi (tunggu/tunggu)

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours