Viral Alat Belajar SLB Dipajak Ratusan Juta, Sri Mulyani Turun Gunung!

JAKARTA, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Mulaney Soekarno meninjau Bea dan Cukai di Hatar. Hal ini disusul dengan beberapa kasus barang impor, termasuk perlengkapan sekolah khusus, yang bea masuknya dicabut hingga mencapai ratusan crores rupee.

Di akun Instagramnya, terlihat berbagai foto dirinya mengunjungi Bea Cukai dan Bea Cukai Soekarno Hatta. Dari caption yang ditulisnya, ia dikunjungi pada Sabtu malam (27/4/2024).

Ia mengatakan, banyak kasus virus yang ditangani di Bea dan Cukai dalam kunjungannya. Dua kasus yang ditulisnya adalah sepatu, action figure, dan merchandise terkait SLB

Dalam kasus pengecoran sepatu dan action figure robot, dia mengatakan harga yang dibayarkan oleh perusahaan pengiriman lebih rendah dari sebelumnya. Melakukan penyesuaian bea masuk dan pajak

Ia menyatakan pada Minggu (28/4/2024), “Masalah bea masuk dan pajak harus dibayar sudah terselesaikan.

Sedangkan perlengkapan SLB disebutkan telah diserahterimakan pada 18 Desember 2022. Namun karena tidak dilanjutkan prosesnya, maka ditetapkan sebagai barang tidak terkandung (BTD).

“Baru-baru ini (di media sosial Twitter/

Dalam pengajuan yang sama, dia menulis bahwa dia telah meminta Bea dan Cukai untuk meningkatkan pelayanan dan proaktif dalam mendidik mereka tentang prosedur yang mereka lakukan melalui lembaga tersebut. Selain itu, kami juga meminta Anda untuk bekerja sama dengan pihak mana pun agar mereka dapat mengelola layanan dan hasilnya dengan cepat, akurat, dan efisien.

Kasus sepatu dan perlengkapan SLB sedang viral di media sosial

Selama beberapa hari terakhir, media sosial X (sebelumnya Twitter) telah menyalahgunakan berbagai hal yang berujung pada bea masuk yang lumayan besar. Dengan peralatan pembelajaran SLB yang diperoleh dari perusahaan Korea yaitu OHFA Tech

Konon dia tiba di Indonesia pada 18 Desember 2022.

Pihak sekolah disebut telah mengirimkan dokumen-dokumen yang diperlukan. Namun tidak ada harga, karena merupakan salah satu unsur proses yang memerlukan waktu, waktu, dan waktu.

“Kemudian kami mendapat email tentang valuasi barang tersebut sebesar US$ 22.846,52 (harga tukar Rp 15.688) Rp 361.039.239 dan kami diminta mengirimkan dokumen lengkap.

Kasus lain yang viral di media sosial adalah dikenakan pajak sebesar Rp31 juta terhadap sepatu impor senilai Rp10 juta. Saat ini ongkos kirimnya Rp 1,2 juta

Halo bea cukai, saya mau tanya, atas dasar apa menentukan total beanya? Anda baru beli sepatu Rp 10,3 juta, saya kirim Rp 1,2 juta, Rp 11,5 juta. Dan tahukah Anda berapa beanya? ” Rp31.800.000. Hitungannya dari mana?

Dalam postingan di akun resminya, Bea Cukai menjelaskan nilai CIF yang dikirimkan jasa pengiriman DHL yang tertulis US$35,37 tidak tepat. Setelah diverifikasi, ternyata harganya US$ 553,61 atau Rp.

Lihat di bawah: Video: Sepatu Belajar SLB Dibawah Seratus Juta Bea Masuk (pgr/pgr)

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours