Xi Jinping Melunak Usai Elon Musk Turun Gunung ke China

Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas China telah mencabut pembatasan terhadap Tesla. Raksasa mobil listrik itu telah menyetujui persyaratan keamanan data yang berlaku di Negeri Tirai Bambu.

Titik terang ini muncul setelah CEO Tesla Elon Musk melakukan kunjungan mendadak ke Beijing dan bertemu dengan Perdana Menteri (PM) China Li Qiang.

Meskipun mobil listrik Tesla sangat populer di Tiongkok, merek tersebut telah menghadapi beberapa larangan karena masalah keamanan data.

Pengetatan yang dilakukan pemerintah China menyusul pengumuman pemerintah AS pada awal tahun ini. Joe Biden mengumumkan penyelidikan terhadap mobil yang diimpor dari Tiongkok karena dianggap membahayakan keamanan nasional.

Amerika Serikat khawatir perusahaan mobil listrik Tiongkok mengumpulkan data tentang pengguna di negaranya dan mengirimkan informasi tersebut ke pemerintahan Xi Jinping.

Namun, lisensi baru yang dimiliki Tesla di China menunjukkan bahwa Xi Jinping telah melunak. Faktanya, bukan hanya Tesla yang mengadopsi peraturan keamanan data, dikutip CNBC International, Selasa (30/4/2024).

Beberapa mobil listrik buatan China lainnya, seperti BYD, Lotus, Nezha, Li Auto, dan Nio, juga dijadwalkan memenuhi persyaratan keamanan data China.

Persyaratan keamanan data untuk kendaraan yang terhubung diterbitkan November lalu. Aturan tersebut berlaku untuk kendaraan listrik mulai tahun 2022 hingga 2023.

Kunjungan Musk ke Tiongkok juga meningkatkan ekspektasi bahwa perangkat lunak Tesla yang sepenuhnya otonom akan segera tersedia di negara tersebut.

Berkat optimisme tersebut, saham Tesla melonjak 12%. Kekayaan Musk juga meningkat sebesar $10 miliar (Rs 162 triliun) karena 20,5% sahamnya di Tesla. Tonton video di bawah ini: Video: Budi Airi berbicara tentang pengujian Starlink di Indonesia (fab/fab)

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours