Saham BRI (BBRI) Ngamuk & Kembali Ke Rp 5.000-an Lagi

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga di Indonesia, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), mencatat bisa pulih pada perdagangan pertama Selasa (30/4/2024), setelah . koreksi negatif beberapa hari terakhir di bawah level psikologis Rp 5.000/unit.

Jelang paruh waktu, pukul 09:46 WIB, saham BBRI menguat 4,82% di harga Rp 5.000/unit. Saham BBRI pun mampu kembali ke level psikologis Rp 5.000/unit.

Saham BBRI pada sesi hari ini diperdagangkan sebanyak 21.445 kali dengan volume 169,79 juta lembar saham dan nilai transaksi mencapai Rp 834,25 miliar. Kapitalisasi pasar saat ini mencapai Rp 757,8 juta.

Hingga pukul 09:46 WIB, pesanan bid atau beli pada harga Rp 4.900/unit merupakan jalur pembelian terbesar di kelas I yaitu mencapai 66.721 lot sekitar Rp 33 miliar.

Saat ini penawaran atau pesanan jual dengan harga Rp 5,00 / unit merupakan lini penjualan terbaik di kelas I saat ini sebanyak 90.020 lot atau sekitar Rp 45 miliar.

FYI, BBRI sukses comeback dan heboh hingga menyentuh level psikologis Rp 5.000/unit, setelah berhari-hari skin progresif.

Diketahui, dalam empat hari berturut-turut, saham BBRI anjlok 10%. Pada perdagangan kemarin saja, BBRI ditutup menguat 1,24% di Rp 4.770/unit.

Sepanjang tahun ini, BBRI sudah anjlok 13,01%. Bahkan dari rekor tertinggi sepanjang masa hingga kemarin, BBRI sudah ambles 25,47%.

Anjloknya saham BBRI dalam beberapa hari terakhir terjadi karena investor asing masih ingin menjual saham tersebut. Dalam waktu kurang dari sebulan, asing menjual Rp 8,2 triliun saham BBRI di pasar saham. Tak jarang dalam catatan harian, BBRI merupakan terbitan luar negeri terbesar.

Namun karena harga BBRI yang dinilai murah, investor dalam negeri mulai banyak menjual saham BBRI. Begitu pula saat BBRI menyentuh level psikologis Rp 4.700.

Di sisi lain, kinerja BBRI pada kuartal I 2024 juga bagus. Secara konsolidasi, BRI membukukan laba bersih periode berjalan sebesar Rp 15,98 triliun, naik 2,69% year-on-year (yoy) pada triwulan I 2024, dari tahun sebelumnya sebesar Rp 15,56 triliun.

Manfaat tersebut tidak lepas dari pendapatan bunga sebesar Rp35,95 juta, naik 9,68% year-on-year dari Rp32,78 juta pada tahun sebelumnya.

Dan, penyaluran utang BRI tercatat sebesar Rp1.308,65 triliun, naik 10,89% year-on-year pada periode Maret 2024.

Kualitas kredit juga terjaga dengan total kredit bermasalah (NPL) sebesar 3,27% dan NPL net sebesar 1% per Maret 2024. BRI juga mencatatkan NPL sebesar 214,26%.

Dalam penggalangan dana, BRI mampu mencatatkan total pembiayaan pihak ketiga sebesar Rp1.416,21 juta, naik 12,8% year-on-year. Dengan jumlah baik uang tunai atau data tabungan giro (CASA) mencapai Rp 873,3 triliun atau bagiannya sebesar 61,67%.

RISET CNBC INDONESIA

Pasar@Jurnal Berita

Disclaimer: Artikel ini merupakan editorial berupa opini Riset CNBC Indonesia. Analisis ini tidak dimaksudkan untuk mendorong pembaca agar membeli, menahan, atau menjual produk atau unit investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada di tangan pembaca, jadi kami tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan apa pun yang diakibatkan oleh keputusan ini. Simak video di bawah ini: Video: BBRI Punya Fundamental Kuat, Layak Beli Sahamnya? (chd/chd)

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours